Gado-gado Kampus Dijamin Enak dan Murah

SAJIAN KHAS-Menu anda hari lebih pas untuk dinikmati, Gado Gado Kampus Tembalang Semarang. (Foto : Adi Meteor)

SAJIAN KHAS-Menu anda hari ini lebih pas untuk dinikmati, Gado Gado Kampus Tembalang Semarang. (Foto : Adi Meteor)

Kampus Undip Tembalang kini merupakan salah satu pusat keramaian baru yang tumbuh di kawasan atas kota Semarang. Di tempat ini ribuan mahasiswa Undip maupun non Undip tumplek blek hidup di area yang populer disebut Tembalang. Sehingga mau tidak mau membuat tempat jajan semakin menjamur. Bahkan, mulai dari pintu masuk patung Diponegoro hingga mentok menuju Sigarbencah penuh warung makan. Mulai tempat makan mewah seperti restoran ataupun cafe untuk mahasiswa kaya, hingga sekedar warung kucingan di pinggir jalan dengan harga rakya.

Semua itu tersedia di Tembalang. Mulai pizza atau fried chicken masakan fastfood ala luar negeri sampai sego bungkus lawuh gereh, komplet ada disini. Salah satu yang mencoba menawarkan rasa beda adalah warung Gado-gado Kampus. Sebuah warung sederhana nongkrong di Jl Banjarsari No 48 Semarang, dekat kantor pos, atau kelurahan Tembalang Semarang menuju arah Sigarbencah.

Warung bertenda merah yang dikelola ibu Nining dan ibu Santoso ini memang baru buka beberapa waktu lalu. Namun jangan tanyakan rasa gado-gado yang disajikan warung ini, sungguh sangat berbeda dengan gado-gado di warung lainnya. Yang jelas rasanya sangat enak, dan pas di lidah orang Semarang, tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin.

Selain itu, menu gado-gado ini adalah gado-gado khas dari kota pahlawan Surabaya. Meski terlihat mirip, namun di dalam campurannya, ternyata ada yang beda. perbedaan utama dengan gado-gado khas Semarang adalah ditambahkannya udang goreng ke dalam gado-gado Surabaya tersebut. Inilah yang membuat rasa yang ditawarkan beda, terasa lebih gurih dengan campuran udang di dalamnya.

Selain itu, sambal kacang salah satu bumbu utama gado-gado juga dimasak dengan sempurna oleh bu Santoso. Bumbu kacang ini terasa lembut, tidak ada kacang merongkol di dalamnya. Olahannya yang benar membuat bumbu kacang terasa halus saat disantap bersama bahan-bahan lainnya. Kemudian yang membedakan dengan gado-gado lainnya, bumbu-bumbu yang dicampurkan saat melembutkan bumbu kacang. Tidak disebutkan secara terperinci, namun yang jelas rasanya berbeda dengan bumbu gado-gado di tempat lain, rasanya gurih dan nikmat.

Tambahan bahan lainnya hampir sama dengan gado-gado khas Semarang, seperti tomat, timun, telur rebus, kentang, tauge, selada, lontong, tahu iris kecil, kobis, kol, krupuk, kacang panjang, dan emping. Semua dijadikan satu dalam satu piring, sehingga terlihat cukup banyak dan mengenyangkan ketika disantap pada jam-jam makan siang. “Bumbu kacangnya memang halus, selain itu juga ditambah kecap spesial, biar rasanya tambah enak,” tandas bu Santoso bersama bu Nining.

Soal rasa gado-gado khas Surabaya ini, bu Santoso yang juga melayani catering berbagai hajatan cukup ahli meracik bumbu agar rasa yang ditawarkan memang beda. Meski lahir dan besar di tanah Sunda, Jawa Barat, bukan berarti bu Santoso tidak dapat memasak masakan Jawa Timuran. Terbukti berbagai masakan dapat dibuatnya, seperti empek-empek Palembang, siomay, batagor, cap cay, gule, bakso, tengkleng, sup ayam, ayam bakar, dan berbagai macam masakan untuk hajatan atau cateringan lainnya.

”Saya dulu biasa masak buat catering, mulai melayani hajatan kawinan, sunatan, hingga catering untuk pegawai, juga saya layani. Sehingga untuk memasak gado-gado khas Surabaya saya sudah tahu bumbunya,” jelas bu Santoso. (adi)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.