Warung gado-gado kampus ini bermula ketika Nining membuka rental komputer di tempat tersebut. Melihat prospek warung makan di tempatnya cukup bagus, bu Nining kemudian mengajak bu Santoso yang masih terbilang tangganya di Meteseh membuka warung gado-gado.
Bagai gayung bersambut, bu Santoso yang ahli memasak langsung menyetujui. Maka mulailah keduanya membuka usaha bersama gado-gado kampus dengan rasa khas Surabaya. “Karena halaman rental saya cukup lumayan untuk membuka warung, maka bersama bu Santoso mencoba berusaha disini,” imbuh bu Nining menambahkan.
Pertama dibuka, pelanggan sudah mulai berdatangan, terutama dari kalangan mahasiswa yang kos di sekitar warung. Sebagian besar penikmat kuliner yang datang mengungkapkan kekagumannya akan masakan gado-gado di warung tersebut.
Selain itu harganya cukup terjangkau hanya Rp 3.500 per porsi, membuat kantong mahasiswa yang pas-pasan dapat menikmati masakan lezat bergizi. “Di tempat kami, memang murah karena menyesuaikan kantong anak kos, cukup Rp 3.500 bisa makan gado-gado enak khas Surabaya,” tukas bu Nining yang membuka warungnya mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. (adi meteor)
Tags: adi meteor
